Saturday, August 12, 2023

PERSIAPAN UMROH

Bagi yang pertama kali akan melaksanakan ibadah Umrah tentunya banyak hal yang perlu dipersiapkan, karena persiapan ibadah umrah tentunya berbeda dengan persiapan traveling ke luar negeri. Tujuan utama dari perjalanan Umrah adalah melaksanakan Ibadah karena Allaah SWT dan ziarah kepada makam Rasul akhir zaman yaitu Rasulullaah Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat sehingga persiapan utama yang diperlukan adalah persiapan Ilmu dan Hati. 

Dalam Umroh ataupun Haji ada point penting yang menjadikan perjalanan ini istimewa yaitu bahwasannya Allaah SWT bukan memanggil orang yang mampu dari segi harta benda duniawi tetapi Allaah SWT memampukan orang yang dikehendaki-Nya  dipanggil untuk beribadah ke tanah suci dan MasyaaAllaah ini adalah yang dirasakan berdasarkan pengalaman pribadi dan jangan pernah berputus asa atas Rahmat yang Allah SWT berikan karena Allaah SWT yang Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tentunya banyak rekan-rekan lain juga yang memiliki pengalaman sama dengan segala sesuatu yang diluar jangkauan kemampuan manusia.

Umroh merupakan salah satu rukun utama dari pelaksanaan ibadah Haji yang dapat dilaksanakan kapan saja waktunya. Tanah Haram yaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawarah merupakan daerah yang berada di wilayah kerajaan Saudi Arabia dengan posisi geografis terletak di daerah iklim subtropis sehingga hal ini berpengaruh terhadap rekan-rekan yang akan menunaikan ibadah Umrah maupun Haji dalam mempersiapkan terutama pakaian ataupun perlengkapan lain yang diperlukan pada saat keberangkatan.

Kecenderungan periodisasi musim : Desember-Januari-Februari (Dingin), Maret, April, Mei (Semi: suhu relatif dari dingin ke hangat), Juni, Juli, Agustus (Panas), September, Oktober, November (Gugur suhu relatif dari hangat ke dingin)

Kendati demikian untuk kondisi saat ini tidak selalu menjadi patokan utama dikarenakan kondisi bumi yang telah mengalami perubahan suhu dunia secara global yang disebut dengan efek global warming sehingga terkadang bulan-bulan tertentu tidak sesuai dengan kondisinya. Sehingga informasi dari travel agent diperlukan untuk membantu kita dalam persiapan barang-barang yang barus dibawa khususnya pakaian yang nyaman selama pelaksanaan ibadah, 

1. Pakaian, beberapa hal juga yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan pakaian yang akan dibawa khususnya bagi wanita  adalah pemilihan warna, pilihlah warna-warna netral baik hitam, putih, atau pastel dikarenakan mayoritas pengunjung dari berbagai belahan dunia tidak menggunakan warna-warna mencolok dikarenakan dikembalikan lagi kepada niat dalam perjalanan ini yaitu ibadah dan ketika kita menggunakan warna-warna yang mencolok pada saat melaksanakan ibadah menjadikan kita kurang nyaman saat berjalan-jalan ataunpun berinteraksi selama di Tanah Haram, bukan karena budaya ataupun kondisi orang-orang penduduk asli di Tanah Haram....tetapi lebih kepada bagaimana kita dapat menempatkan diri kita di lingkungan yang suci dengan tidak memandang siapapun yang hadir disana. Tidak harus mukena yang digunakan pada saat beribadah di Tanah Haram yang terpenting adalah pakaian yang tidak transparan dan tidak membentuk lekuk tubuh serta menggunakan hijab yang lebar dan nyaman, sehingga ketika kita akan memasuki area masjidil Haram, area mutawwaf ataupun ke Masjid Nabawi cukup membawa kaos kaki dan penutup tangan, selebihnya senantiasa membawa tas selempang dan plastik sandal yang senantiasa kita bawa termasukpun kedalam masjid.

2. Alas kaki, selama melaksanakan ibadah tidak pula diharusnya membawa sepatu dikarenakan pengamalan pribadi saya selama mengikuti perjalanan kunjungan sirah nabawiyah ataupun beribadah ke masjid lebih banyak menggunakan sandal jepit bukan sepatu dikarenakan lebih praktis dan nyaman dan aktivitas lebih banyak jalan kaki, area yang terlewati cenderung bersih dari najis. Bagi perempuan khususnya perbanyak membawa kaos kaki saja daripada membawa mukena, dengan catatan pakaian dan jilbabnya sudah representatif untuk dapat melaksanakan ibadah, tetapi dikembalikan lagi kepada kenyamanan dari masing-masing dan dikembalikan kepada niatnya. Lingkungan yang adem membuat kita lebih merasa simpel dan praktis saat kondisi apapun selama melakukan aktivitas apapun disana.

3. Makanan, rekan-rekan pun tidak harus khawatir dengan makanan dikarenakan apabila kita melaksanakan ibadah Umrah/Haji melalui travel agent tentunya sudah tidak harus dikhawatirkan dalam memikirkan masalah perut, makanan cukup melimpah dan perut kita senantiasa merasa kenyang dikarenakan suasana hati kita yang senantiasa selalu ingin berada di masjid atau tempat ziarah lainnya yang membuat kita lebih kenyang secara bathin dengan kepuasan tersendiri. Setiap jum'at baik di Makkah ataupun Madinah senantiasa ada yang melaksanakan jum'at berkah, kitapun dapat melakukkannya dengan membagikan hal kecil baik permen ataupun coklat yang kita beli disana dan dibagikan kepada para jama'ah yang ada disana.

4. Alat transaksi, penukaran uang upayakan sudah dilaksanakan saat kita berada di Indonesia dengan jumlah yang secukupnya saja untuk membatasi keinginan yang dapat mengurangi waktu ibadah yang hanya sebentar di sana untuk jumlah yang waktu itu saya persiapkan hanya 5 juta rupiah yang nanti akan dipecah ke dalam beberapa nilai mata uang riyal yaitu 200, 100, 50, dan 10 riyal.  Atau jika akan melaksanakan transaksi pembelian barang baik oleh-oleh ataupun kebutuhan lain dapat menggunakan debit dapat dilakukan dengan catatan atm yang sudah memiliki logo visa dengan satu kali transaksi ada charge fee sekitar 25rb dalam rupiah.

5. IDcard, pastikan IDCARD tidak tertinggal, biasanya travel agent akan membagikan paspor dan IDCARD pada saat keberangkatan dari bandara Indonesia saat itu masih Bandara Soekarno Hatta di Terminal 3 keberangkatan. Selain ID Card, pihak travel pun akan memberikan syal atau benda lain sebagai  penanda wajib digunakan selama beraktifitas dilingkungan Tanah Haram, pada Askar khususnya di Makkah Al Mukarrahmah untuk masuk ke area mutawwaf harus menggunakan ID Card dan syal sehingga terbebas dari sweeping yang dilakukan oleh para Askar dan khusus bagi jama'ah laki-laki harus menggunakan kain ihram, terkecuali jika masuk ke area masjidnya saja maka pengamanan tidak terlalu ketat dari para Askar. ID Card dan syal pun sangat diperlukan saat akan masuk ke area Raudhah untuk ziarah ke makam Rasulullaah SAW hal tersebut untuk memudahkan identifikasi dari para Askar sesuai dengan asal kelompok kedatangan karena pendaftaran melalui aplikasi biasanya sudah terfasilitasi oleh travel agent dan penanda tersebut memudahkan agar tidak terpisah atau dipisahkan dari rombongan.

6. Koper, koper yang digunakan ada 2 yaitu ukuran besar dan kecil, ukuran besar diisikan pakaian, alat mandi (handuk, sabun ukuran kecil,sikat gigi, dan lainnya), kain ihram bagi laki-laki diplastik terpisah agar tidak terkena wewangian yang menjadikan tidak sah nya saat ihram(jika perjalanan ke madinah terlebih dahulu, tetapi jika langsung ke Makkah maka disimpan di koper kecil untuk memudahkan pengambilan saat mengambil miqat di bandara, sandal ganti, perlengkapan ibadah (sajadah, penutup tangan, kaos kaki,  mukena), gunting untuk tahalul, peniti,. Adapun Koper kecil yang akan disimpan dibagasi lebih kepada praktis yang harus dibawa seperti buku panduan, tas selempang ibadah, pakaian ganti/jaket untuk koper siapkan kunci gembok kecil khususnya untuk koper yang besar karena disimpan di area cargo.

Demikian menurut pengalaman pribadi selama melaksanakan ibadah umrah, bagi rekan rekan boleh menambahkan di kolom komentar untuk yang terlewatkan dalam informasi ini, mudah-mudahan kita semua yang muslim dapat melaksanakan ibadah Haji maupun Umrah minimal satu kali selama hidup kita selama di dunia ini dan Allaah SWT memberikan kesempatan tersebut kepada kita semua...Aaamiiin yaa Rabbal'aalaamiiin...

 

No comments:

Post a Comment

TAMAN SMKN 3 BANDUNG

SMK Negeri 3 Bandung yang terletak di Jl. Solontongan No. 10 Turangga Lengkong Kota Bandung memiliki Ruang Area Terbuka Hijau yang menarik u...